Orbituari untuk Dume: Teman Kita Semua
Saya terbangun pagi ini dengan agak terburu-buru. Seperti biasa, meeting virtual kantor dengan aplikasi Zoom selalu on time jam 9 pagi. Selepas subuh, saya memutuskan untuk tidur sebentar. Lalu baru mulai terbangun saat alarm terakhir berbunyi. Saya melihat handphone : jam menunjukkan pukul 08.00. Tergesa-gesa saya menyiapkan laptop, sambil membuka handphone . Lalu terhenyak saat mendapati pesan bahwa salah satu teman saya berpulang. Abdul Rahman Agus namanya. Entah karena alasan apa, dia biasa dipanggil Dume. Dia teman saya semasa SMA di Tarakan. Itu artinya, sejak 2007 saya sudah mengenalnya. Bahkan kelas XI & XII SMA kami sekelas. Selama dua tahun di SMA, tentu banyak kenangan yang kami buat. Namanya anak SMA, pasti penuh dengan kebodohan dan ketidak hati-hatian. Walau tentu saja, saya tidak mengenal Dume begitu dekat. Tidak se-dekat teman-teman yang lain. Begitupun mungkin dengannya, tidak mengenal saya secara dekat. Tapi mungkin dasar persaudaraan anak IPS mema...