Posts

Showing posts from November, 2015

Konstelasi Rasi Kehidupan

Percayalah Tuhan tidak akan menempatkan kita di titik apapun kita berada sekarang, tanpa alasan. Kadang memang kita belum menemukan alasan dan jawabannya. Tapi kita harus tetap berproses dan jalani semua dinamika didalamnya. Hingga saat kita berpindah dari titik kita yang sekarang, menuju titik yang lain. Menuju keseimbangan yang lain. Lalu kita akan dapati alasan dan jawaban mengapa kita pernah ada di titik itu. Dan mungkin kita sudah tidak butuh alasan dan jawabannya lagi. Karena kita hanya bersukur pernah berada pada suatu fase dalam titik tertentu, mempertanyakan bahkan mungkin meragukan titik tersebut. Tidak ada yang pernah tahu, kemana titik itu akan membawa kita, baik mungkin buruk, kanan mungkin kiri, tapi tidaklah seberapa penting. Yang terpenting adalah proses didalamnya. Karena pada setiap proses kita akan menemukan keajaiban-keajaiban mungkin juga campur tangan Tuhan dalam membolak-balikan titikmu. Kita akan menemukan siapa diri kita sebenarnya. Kita akan menemukan jaw...

Kalian Gak Kan ?

“Seperti ilmu padi, makin berisi makin merunduk” Sekarang saya baru benar-benar paham arti kutipan itu. Memang sih simple, terlalu simple mungkin tapi artinya tidak sesederhana itu. Saya memahami bahwa orang-orang yang sudah berisi dan pandai maka akan cenderung selow dan santai menghadapi masalah. Tidak grasak-grusuk, tidak buru-buru apalagi sampai menyalahkan dan mengkambing-hitamkan orang lain. Orang-orang dengan kecerdasan dan kepandaian tingkat tinggi tidak butuh pengakuan. Mereka bahkan tidak perlu ikut cerdas cermat, mungkin mereka yang menciptakan permainan itu, tapi ya mereka selow aja. Kebanyakan justru orang yang ikut cerdas cermat yang ribet. Parahnya, bahkan pendukung yang ikut cerdas-cermat malah berantem. Padahal yang bikin permainan, justru nyiptain itu buat main, kenapa pada berantem ? Sama halnya dengan pembalap. Pembalap yang sudah berlaga di Moto GP tidak perlu pamer seberapa mereka bisa ngebut di jalanan komplek (bukan sirkuit). Beda dengan pembalap rema...

Bersukur itu rasional

Ah, enak sekali sore-senja-malam ini. Benar kata Ajahn Brahm: Good ? Bad ? Who Know ? Memang benar. Truth to be told. Tidak ada yang tahu apa yang benar-benar terjadi, mengapa, dan bagaimana-nya. Tapi tetap kita tidak boleh berprasangka buruk terhadap apa yang menimpa kita sekarang. Ibarat roda, kita (pasti) akan terus berputar. Tapi kita tetap tidak boleh ber-negatif-ria atas apa yang sedang maupun akan terjadi. Jadi ingat akan kata-kata Cak Nun: bersyukur saja. Bersukur itu rasional. Kalaupun kita sekarang merasa dalam kondisi yang terpuruk, itu karena kita merasa keterpurukan itu adalah irasional, tidak masuk akal. Padahal tidak. Kadang kita hanya belum sampai pada titik ke-rasional-annya saja. Tapi bersukur itu rasional. Masuk akal! Pantai Indah Kapuk 15 okt 2015 6:43pm

Belajar dari Nyamuk

Kalau kamu masih harus mendeklarasikan rasa sayang kamu, berarti kamu nggak sesayang itu. You just to feel it bro. Malam ini kayanya saya belajar banyak dari nyamuk. Begini, sering kali kita koar-koar tentang rasa belas kasih, tapi giliran digigit nyamuk yang memang makan darah kita, kita malah marah. Lah, nyamuk kan memang makan –atau minum- darah manusia. Itu sudah jalannya. Kenapa kita gak menerima aja ? Tapi nyamuk bisa apa ? Cuma bisa terbang, kecil, dimusuhi manusia, kadang malah jadi makanan cicak (belajar dari cicak), kebayang gak hidup jadi nyamuk di dunia manusia ? Lalu apa hubungannya dengan deklarasi sayang ? Ya kalau dikamar mu masih ada pembasmi nyamuk, kamu belum pantas sayang-sayangan ! Sunter, 30 July 2015 (10.48pm Sore – Ernestito)

Utopian Love

“Jika kalian punya kekasih, telah menjalin hubungan yang bahagia dan nampaknya akan berakhir indah”. Maka mungkin saja itu yang namanya cinta sejati. Tapi ada lagi yang lebih tinggi dari cinta sejati. Cinta sempurna namanya. Kondisinya sama dengan diatas, hanya akhirnya saja yang berbeda: “Jika kalian punya kekasih, telah menjalin hubungan yang bahagia dan nampaknya akan berakhir indah, dimana kekasih kalian akhirnya menemukan belahan jiwanya yang tidak lain adalah sahabat kalian sendiri”. Masihkah sama cinta kalian ? Sunter, 3 Juni 2015

For My Dinner, Maybe ?

Maybe it’s all about sometimes and someday Sometimes I feel so close to you with no reason. And somehow you just fade away. Right away in my eyes. Sometimes I can’t hide the feeling. The feeling of being lonely even when I stand beside you. It just came out from nowhere. sometimes I miss you but I just don’t want you to know. I just want to keep it quietly. And let me feel this for once again. Sometimes I feel so far from you. And at the same time the jeaolusy just show me how bad it is. Sometimes I feel like I wanna go and run away from you with no reason. But I just want you to stay there. Waiting for me. I could be the one who always set you free. Cause I believe one thing: my heart is always open for someone who really want to stay here. I could be the one who always hold you slowly. Watching you around and save your smile for my dinner maybe.