Posts

Showing posts from November, 2017

Energi

Image
Gambar diambil dikosan sekitar pukul 06.00 WIB Jumat, minggu ketiga November di penghujung 2017. Saya percaya energi tidak habis. Ia hanya berpindah. Maka yang menjadi pertanyaan saya sejak tahu dan percaya hal itu adalah kemana energi itu pindah? Dimana muaranya ? Dimana samuderanya ? Minggu ini sama. Otak telah diputar dan diperas sedemikan rupa supaya energi bisa tersalurkan dengan baik. Hmm tidak tidak, bukan cuma baik, tapi juga tepat sasaran. Tepat guna dan berdaya guna. Supaya tidak mubazir polahnya.  Segala hal yang lekat dengan rutinitas katanya membosankan. Bangun pagi, menyemangat-mangati diri sendiri, mempositif-positikan pikiran, mereka-reka senyum dan merangkai-rangkai kalimat, jaga-jaga kalau bertemu orang baru di jalan. Katanya, "Aku sudah lama tidak baper, sekarang baper lagi. Dan kali ini bukan pada orang, tapi pada badan"

Thai Tea Gaji Pertama, Toko Buku "Post Santa" dan Bukunya Mbak Reda & Soca

Image
    Seperti biasa, Mbak Pacar tiba siang itu di Stasiun Sudirman. Agenda dating  hari ini sejujurnya adalah ikut diskusi dan pemutaran film dalam acara " Festival Merah  Hitam ". Saya dapat poster dan beritanya dari linimasa twitter yang dibagikan oleh Mas Bhagavad Sambadha . FMH tahun ini digelar di jalan Guntur, Setia Budi, Jakarta Selatan. Berhubung acaranya agak sore, kami memutuskan untuk ke Plaza Semanggi terlebih dahulu. Jarang memang kami ke mall . Keterpaksaan ini disponsori oleh titipan sepatu bola oleh teman saya di Tarakan. Lagipula, tak ada juga yang membuat kami membenci mall . Kami hanya memilih dan memutuskan untuk tidak ke mall . Setelah keliling dan tak menemukan sepatu yang dititipkan, si Mbak Pacar sesumbar ingin membelikan Thai Tea . Alasannya karena ia baru saja gajian. Si Mbak Pacar sudah hampir sebulan ini bekerja sebagai guru les disebuah lembaga bahasa di Bogor. Sesumbar itu juga karena baru kali ini ia mengajar dan dapat gaji. Sebelumnya ...

Behind the Interview

Image
Jumat lalu (27/10) saya berkesempatan diwawancarai oleh Radar Tarakan untuk rubrik Zetizen. Saya dipilih sebagai pendiri dari Komunitas Tarakan Berbagi. Kebetulan tema yang diangkat berkaitan dengan Sumpah Pemuda. Saya memberikan testimoni mewakili KTB dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Keesokan harinya (28/10) kutipan wawancara tersebut terbit. Tapi saya agak heran, kesannya apa yang saya sampaikan dengan apa yang terbit berbeda. Dari segi substansinya terutama. Juga terdapat kesalahan-kesalahan nama. Nama saya, nama komunitas saya, singkatan dari komunitas saya. Semoga tidak ada kesalahan semacam ini dikemudian hari. Juga kepada pewawancara bisa menjadi bahan untuk perbaikan. Berikut saya tampilkan transkrip wawancaranya. Saya buat transkrip wawancara ini karena sebelumnya saya diberikan daftar pertanyaan yang akan diajukan. Jadi saya buatkan semacam panduan menjawab juga. Terbit pada 28 Oktober 2017 Terbit pada 28 Oktober 2017 P : Pewawancara A : Adit ...