Ambigu
kehilangan itu adalah salah satu fenomena dari siklus kehidupan yang dirancang sedemikian rupa oleh Dzat diatas Arsy sana. seperti adanya kedatangan selayaknya kita harus siap berdiri pada posisi kehilangan. hari ini, saya mencoba mengingat-ingat sedikit kenangan bersama orang yang baru saja beristirahat dengan tenang dan dia adalah Paman Erwin yang merupakan adik ketiga dari Ibu saya (Ibu anak pertama). tidak banyak memang yang bisa saya gali dari folder-folder memori tentang beliau. Yang saya ingat betul adalah saya hanya bertemu dengan beliau tidak genap 10 kali, atau kalau itu kebanyakan, tidak kurang dari 5 kali. frekuensi pertemuan yang sangat sedikit untuk ukuran keponakan 'langsung'. banyak hal yang memang memisahkan kami, walaupun sekarang kami benar-benar terpisah ruang, waktu dan dunia. Paman adalah tipe orang yang tidak mau menyusahkan Kakek Nenek, karenanya selepas SMA ia merantau ke Banjarmasin hingga menikah dengan wanita asli sana. *ah, saya benar-benar bingung ...