Kalau Bukan Curhat, Ya Apalagi: Dalam V Babak
Babak I Meski dekat sebagai hubungan sebab-akibat antara masakan pedas, berminyak, goreng-gorengan dengan penyakit radang, ternyata kedua hal itu tak bisa bersahabat. Sudah hampir seminggu ini saya tersungkur di hadapan penyakit radang tenggorokan. Sudah dua Dokter saya temui dengan diagnosis yang hampir mirip: “radang tenggorokan kamu sudah terlalu membengkak, hampir menutupi semua lubang tenggorokan. Makanya kamu jadi susah makan.” Saya diam-diam mengiyakan dalam hati, seraya mengangguk. “Jangankan makan, minum saja susah. Eh tunggu ngomong saja susah Dok!” Saya mengumpat dalam hati. Karena tak mungkin saya lontarkan kalimat itu. Di mana rasa terima kasih saya pada Dokter tersebut. Dokter pertama yang saya datangi adalah Dokter yang tempo hari pernah saya datangi atas penyakit yang sama. Seorang Dokter yang bisa dikatakan sudah berumur. Membuka praktek di dekat kosan, sekitaran Kuningan-Setiabudi, Jakarta Selatan. Walaupun sempat disuntik dan ‘diamanahkan’ obat sebanyak lim...