Posts

Showing posts from June, 2016

Dan Hal-Hal yang Tak Kita Bicarakan

Terberkatilah wifi kencang fasilitas kantor dan selesainya daily report sebelum istirahat siang. Terima kasih kepada Banda Neira untuk lagu-lagunya yang begitu mendamaikan. Cerita soal Banda Neira, saya tau Band ini semasa kuliah di Yogyakarta pertengahan 2013. kala itu Flashdisk saya diisi lagu-lagu band indie oleh seorang teman, salah satunya Banda Neira. Tembang pertama yang saya dengarkan adalah Rindu. Musikalisasi puisi dari Subagyo Sastrowardoyo. First Impression -nya adalah mendamaikan sekali nuansa yang diramu oleh duo ini. Terlebih setelah menyelami lebih jauh soal Rara sekar-yang ke-natural-annya- begitu menghanyutkan, juga seorang aktivis dan concern  soal pendidikan. Manis, jago nyanyi, jiwa sosial yang tinggi, sayang udah punya suami. Bang Ananda Badudu juga sama jagonya. Pandai memetik gitar meramu nada-nada menelurkan karya yang kalau ibarat makanan adalah lemper. Dalam tiap gigitannya ada kenikmatan yang hakiki, kenikmatan sejati berasal dari sana ! selesai ? belu...

Dan Hidup, Dan Abu-abunya

Sudjiwo Tedjo, Presiden Jancukers yang dipuja oleh rakyatnya itu pernah ngomong waktu kenduri cinta bareng Cak Nun, "apa yang aku ucapkan malam ini hanyalah lautan sampah, samudera sampah, kalian para pemerhati, penggali informasi, pencari ilmu lah yang wajib menemukan mutiara diantara samudera ini." Begitu katanya. Agaknya aku berhasil menemukan mutiara ku dalam samudera pemikiran dan gagasan sang Presiden. Pertama , Tuhan itu maha paradoks. Ia menciptakan oksigen untuk kita bernafas, tapi karena oksigen juga terjadi proses penuaan. Tuhan menciptakan cinta, tapi dari banyak kejadian, kejahatan sering kali terjadi atas nama cinta. Tuhan benar-benar maha Paradoks. Kedua,  Budha akan menjadi agama masa depan menurut Einsten. Tapi saya lupa penjelasannya soal ini. Ketiga,  ia (Sudjiwo Tedjo) begitu menikmati membaca apapun yang ia sendiri tak tau isinya. Bukan hanya membaca, tapi juga mendengarkan. Baik lagu, kitab, bahkan Al-quran. Menurutnya, titik derajat tertinggi dari cin...
what if I take you to somewhere nice somewhere we can rules the world at least our very own world where you and I, we both can dance yet we still feel guilty we feel little bit stranger kind of ugly touch the ground beneath our feet, our head touch the sky and keep our heart warm. what if we just build our own heaven, where love is our energy and sadness is only word that never happen fill the room with tears of happiness, seeking the imperfection each other yet we still worship our very strange laugh what if we keep doing nothing instead appreciate each other bliss searching endlessly for these greyness make some fun of these madness while I write a novel and you cook the bad food but still I adore you for no reason who need a reason when you are the reason itself. (ditulis pada malam minggu hingga minggu sore, minggu pertama Juni 2016, Jakarta)

Sedang Tuhan Pun Cemburu

Image
Dear my Best Friend Reza Rahmadillah Apa kabar bro ? sehat aja kau kan ? Gemana hidup ? I know it's getting harder everytime i tried to get up. Tapi kau selalu ngajarkan aku buat nda boleh ngeluh. Setidaknya untuk tidak mengumbar keluhan apalagi bangga sama keluhan. Tapi aku tidak setuju pada beberapa derajat dan titik soal ini. Bagiku mengeluh itu wajar dan sah saja. Itu membuktikan kita adalah manusia biasa jauh dari sempurna dekat dengan hina. Tapi nda papa bro, pada beberapa pernyataan maupun tindakan tak jarang juga kita bersebrangan. Tapi bagikut itulah seni pertemanan. Hmm maksudku persahabatan. Ah apapun itulah, Toh apapun namanya itu hanya buatan manusia. Bukankah esensi dari hidup adalah bagaimana kita menjalaninya. Soal nama, ah itu urusan dunia ketiga mungkin. Bro , masalahku mungkin nda seberat masalahmu. Tapi cara mu ngelewati masalah nda bisa ku sepelekan. Dalam hal apapun, dengan cara apapun kau ngajarkan aku banyak hal. Sadar maupun tidak. ...