Sudah lama saya tidak merasa se-excited ini. Semua ini berawal beberapa bulan yang lalu saat masih KKN di Bali. Kala itu teman saya membeli sebuah buku di salah satu Mall di sana. Dengan judul yang terbilang nyeleneh, saya kala itu langsung menghukum bahwa buku itu mungkin buku guyonan, lelucon yang dibeli olehnya untuk mengisi waktu luang. Selang beberapa hari, saya tanpa sengaja membaca sinopsis dan beberapa halaman awal buku tersebut. Ajaib, saya ketagihan. Buku itu bagaikan secangkir teh hangat untuk hati yang sedang komplikasi, untuk tiap pribadi di jagat bumi. Penulisnya seorang Budhis (pengikut Budha), bernama Ajahn Brahm (Ajahn = Guru). Sekarang, hampir 5 bulan sejak pertama kali saya membaca buku itu, saya kembali menemukan buku tersebut di salah satu toko buku di Yogya. Tidak membutuhkan waktu lama hingga saya membeli buku tersebut sebanyak empat sekaligus. Yang pertama ada dua yang ...