Posts

Showing posts from December, 2013

.

"Aku butuh orang yang bisa mendamaikan. Aku butuh orang yang saat aku melihat wajahnya aku akan berkata "wajahmu mendamaikanku". Bukan mereka yang tambah membuatku meledak-ledak" Percakapan. Hanya sebuah percakapan di minggu siang.

upon sunday

Kadang-kadang yang perlu kita lakukan hanyalah menerima

Menghakimi terlalu pagi

       Kisah ini saya dapatkan saat membaca buku cacing dan kotorannya yang kedua. Tersebutlah ada seseorang pemuda yang mengalami mati suri. Setelah malaikat melihat didaftar orang yang meninggal hari itu, ternyata pemuda tadi belum terdaftar. Sehingga pemuda tadi dikembalikan ke bumi. namun sebelum ia kembali, ia diperkenankan untuk melihat cara malaikat bekerja.         "Dalam sebuah ruangan luas, ramai terdapat banyak orang yang baru saja meninggal dan beberapa malaikat. Saat salah satu orang yang telah meninggal ditanya oleh malaikat ternyata ia tidak mengakui perbuatannya. Bahkan setelah ia mati, ia masih saja berbohong. Sementara malaikat berurusan dengan orang tersebut, datanglah petani yang baru saja meninggal. Tanpa ikut mengantri dan ditanya-tanyai oleh malaikat, petani tersebut langsung diperintahkan malaikat untuk langsung ke surga. Pemuda yang mati suri pun terheran dan langsung bertanya kepada malaikat. "mengapa petani itu tida...

Cacing dan Kotoran Kesayangannya

            Sudah lama saya tidak merasa se-excited ini. Semua ini berawal beberapa bulan yang lalu saat masih KKN di Bali. Kala itu teman saya membeli sebuah buku di salah satu Mall di sana. Dengan judul yang terbilang nyeleneh,  saya kala itu langsung menghukum bahwa buku itu mungkin buku guyonan, lelucon yang dibeli olehnya untuk mengisi waktu luang. Selang beberapa hari, saya tanpa sengaja membaca sinopsis dan beberapa halaman awal buku tersebut. Ajaib, saya ketagihan. Buku itu bagaikan secangkir teh hangat untuk hati yang sedang komplikasi, untuk tiap pribadi di jagat bumi. Penulisnya seorang Budhis (pengikut Budha), bernama Ajahn Brahm (Ajahn = Guru).             Sekarang, hampir 5 bulan sejak pertama kali saya membaca buku itu, saya kembali menemukan buku tersebut di salah satu toko buku di Yogya. Tidak membutuhkan waktu lama hingga saya membeli buku tersebut sebanyak empat sekaligus. Yang pertama ada dua yang ...