Cacing dan Kotoran Kesayangannya
Sudah lama saya tidak merasa se-excited ini. Semua ini berawal beberapa bulan yang lalu saat masih KKN di Bali. Kala itu teman saya membeli sebuah buku di salah satu Mall di sana. Dengan judul yang terbilang nyeleneh, saya kala itu langsung menghukum bahwa buku itu mungkin buku guyonan, lelucon yang dibeli olehnya untuk mengisi waktu luang. Selang beberapa hari, saya tanpa sengaja membaca sinopsis dan beberapa halaman awal buku tersebut. Ajaib, saya ketagihan. Buku itu bagaikan secangkir teh hangat untuk hati yang sedang komplikasi, untuk tiap pribadi di jagat bumi. Penulisnya seorang Budhis (pengikut Budha), bernama Ajahn Brahm (Ajahn = Guru).
Sekarang, hampir 5 bulan sejak pertama kali saya membaca buku itu, saya kembali menemukan buku tersebut di salah satu toko buku di Yogya. Tidak membutuhkan waktu lama hingga saya membeli buku tersebut sebanyak empat sekaligus. Yang pertama ada dua yang kedua ada dua. Niatnya buku itu akan saya berikan kepada teman saya yang kemaren berulang tahun, dan tentu saja untuk koleksi pribadi saya.
Efeknya, beberapa hari belakangan saya merasa terlahir kembali dalam pribadi yang menurut saya lebih damai dibanding sebelumnya. Tidak pernah saya merasa sedamai saat membaca buku selain buku ini. Tidak hanya damai, kadang saya tersenyum kecil, nyengir, sedih, bangga, terharu, rindu, bahkan benci kepada diri saya sendiri. Buku itu terdiri dari potongan-potongan cerita kecil seputar kehidupan hasil pengalaman pribadi dan orang-orang disekitarnya. Tidak terlalu menggurui dan sengaja ia membiarkan imajinasi dan interpretasi kita bermain saat selesai membaca potongan-potongan tersebut.
Banyak sekali yang bisa saya dapatkan dari buku tersebut dan sangat saya sarankan kepada kalian untuk membacanya. Buku itu berjudul "Cacing dan Kotoran Kesayangannya"
Comments
Post a Comment