Posts

Showing posts from February, 2017

Menakar Kembali Peran Pemuda Tarakan

    Saya ingin memulai tulisan ini dengan sebuah pertanyaan sederhana: kapan terakhir kali pemuda-pemudi Tarakan memiliki prestasi di tingkat Nasional atau Internasional ? jika jawabannya sudah lama, atau bahkan tidak tahu, maka ada yang salah dengan pemuda-pemudi Tarakan belakangan ini. Sebelum masuk mengenai itu, saya ingin kita sama-sama merefleksikan soal tiga peristiwa bersejarah yang sering kita baca sejarahnya.     Peristiwa pertama : Oktober 1928, dilaksanakan sumpah pemuda yang masih kita peringati dan nikmati manifestasinya hingga sekarang. Momentum ini, tidak hanya menjadi tonggak awal identitas nasionalis kita, tapi juga awal gerakan meng-Indonesia. Pada dimensi ini, sisi emosional pemuda-pemudi yang berasal dari beragam suku & latar belakang sepakat untuk menjadi Indonesia, meninggalkan sekat-sekat primordialisme menuju identitas barunya sebagai sebuah bangsa. Jong Java, Jong Sumateranen Bond, Jong Celebes, Jong Ambon dan organisasi kedaerahan lai...
Bayangkan: Mengumpulkan teman itu sulit Mengumpulkan teman yang beda kota itu lebih sulit Mengumpulkan teman yang beda kota lalu mengorganisir diri menjadi komunitas jauh lebih sulit Mendirikan komunitas itu sulit Mendirikan komunitas yang tidak membawa isu populer itu lebih sulit Mengajak teman-teman yang tadi sudah terorganisir dalam komunitas untuk berfikir tentang pembangunan itu jauh lebih sulit. Semua bayangan kesulitan itu adalah pilihan yang sudah diambil. Jalan ini memang jalan sunyi, Tidak banyak yang mengikuti. Bukan jalan populer dan jauh dari kenyamanan. Jika impianmu mendapat pujian dan kenyamanan, Maaf kami tidak punya. Tapi jika inginmu mengabdi dan kontribusi, Kami tunggu di persimpangan ini.

Gelapnya The New Singapore-Ku

Pagi ini, saya untuk kesekian kalinya membuka mata dan terbangun di Kota Hujan, Bogor. Kota angkot juga katanya. Kota yang sejuk, belum se- riweuh Jakarta dan mungkin sedikit banyak memiliki beberapa kesamaan dengan kampung halaman saya, Tarakan. Kesamaan itu –menurut saya- karena Bogor & Tarakan adalah kota yang sama-sama sedang membangun. Bogor dan Tarakan juga sama-sama dekat dengan ibukota. Bedanya, Bogor dekat dengan Ibukota Negara, sedangkan Tarakan dekat dengan Ibukota provinsi, Kaltara (Kalimantan Utara). Sebagai  kota ‘pendukung’ Jakarta, mau tidak mau, Bogor juga harus bisa mengimbangi pertumbuhan Jakarta yang signifikan beberapa tahun belakangan . Tidak hanya dari segi infrastruktur tapi juga dari segi pembangunan manusianya –isu yang laku dijual belakangan ini-. Pilihan ini membuat Bogor juga harus ber-negosiasi dengan beberapa pihak diluar dirinya soal apa saja: pemerintahan, retribusi, keamanan hingga pelayanan. Ide “JABODETABEK” memang sudah lama kita deng...