Refleksi Sumpah Pemuda dan Ancaman Disintegrasi Bangsa
Seorang teman pernah berkata: “Kita tidak pernah menjadi sebuah bangsa, kecuali jika dua hal : pertama saat timnas bertanding, kedua saat akan perang melawan Malaysia. Sisanya ? aku Jawa, aku Bugis, aku Banjar, aku Ambon, aku Aceh dan sebagainya. Tak pernah ada aku Indonesia”. Saya tersadar, jangan-jangan benar apa yang dikatakan olehnya. Kita tidak pernah benar-benar sadar akan identitas kolektif sebagai bangsa kecuali untuk dua kondisi tersebut. 28 Oktober sebagai salah satu tanggal penting dalam kalender nasional, sudah sepatutnya menjadi ajang bagi setiap insan bangsa untuk merefleksikan kembali gagasannya soal identitas kebangsaan. 28 Oktober 1928 tidak bisa dihilangkan begitu saja dari ingatan kolekif kita sebagai bangsa. Dari sanalah tonggak awal pergerakan nasional kita sebagai bangsa. Perjuangan-perjuangan yang sebelumnya bersifat kedaerahan dan etnosentris menemukan titik baliknya. Para pemuda dari berbagai daerah yang terkenal dengan sebutan ‘J...