Farewell Greeting, Maybe?
[…]
Pewawancara: Why are
you want to resign from your current company? Do you feel uncomfortable?
Saya: I do really
comfortable. But if you give me better chance and better opportunity, why
should I say “no”?
Saya
percaya bahwa pertemuan adalah hal yang biasa dan terlalu sering terjadi.
Mestinya, begitu pula kita menyikapi perpisahan.
Hari ini
adalah hari terakhir saya di PT. Korea Tomorrow and Global Indonesia (KT&G). Tak ada yang
berbeda atau berubah, kecuali nanti ketika semua kebiasaan pelan-pelan menyesuaikan. Saat
pertama kali bergabung pada November 2015, saya masih pada tahap nol. Sekarang,
setelah 2,9 tahun, saya mungkin juga masih nol. Tapi mungkin dengan ukuran yang
lebih besar (:p). Tentu ada banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa saya ambil.
Terutama pada titik saya menyadari bahwa KT&G-lah yang menjadi pijakan awal
saya menempuh karir profesional, walaupun KT&G bukan perusahaan pertama
tempat saya bekerja.
Segala
urusan professional, saya temukan dan kembangkan di KT&G. Mulai dari
membangun relasi, memahami urusan-urusan professional hingga hal-hal teknis
yang tentu saja ribuan jenisnya. Semuanya saya dapatkan secara ‘Cuma-Cuma’.
Selama 2,9
tahun pula, naif bagi kita untuk selalu merasakan bahagia saja tanpa duka. Atau
sebaliknya, duka saja tanpa bahagia. Di KT&G terutama di tim marketing –divisi
saya di KT&G- antara duka dan bahagia sangat tipis bedanya. Mungkin tim-tim
lain juga merasakan hal yang sama.
Selama 2,9
tahun pula, saya ingat 2-3 kali rasanya saya tidak pulang ke kosan karena
ada pekerjaan yang harus dikerjakan. Saya pernah, saat sedang berpuasa di
tempat yang belum pernah saya datangi sebelumnya. Saya pernah, beberapa kali,
sudah di kantor ketika jam masih menunjukan pukul 5 pagi dan masih di kantor saat pukul 10 malam. Atau pernah juga saya
dan beberapa teman dimarahi, hingga salah-satu dari kami menangis. Sesenggukan.
Tentu saja saya ingin mengenang itu sebagai sebuah proses dan bagian dari perjalanan
saya, bukan sebagai kabar duka apalagi dendam. Setidaknya saya sudah pernah
melewatinya, begitu kira-kira batin saya menghibur. Yang menyenangkan? Tentu saja
banyak. Tak sanggup saya sebutkan satu-persatu. Biarlah saya simpan sendiri.
Pada
akhirnya, ini boleh jadi bukan tentang saya. Bukan pula tentang KT&G. Ini
soal kita bisa membubuhkan makna pada setiap kejadian. Bahwa segala yang terjadi
sekarang, terjadi karena alasan. Dan oh iya, sejujurnya saya masih merasa
nyaman bekerja di KT&G. Sejujur jawaban saya ketika ditanya User Director
kantor baru saya di atas.
Adios Amigos~

Comments
Post a Comment