Kalian Gak Kan ?
“Seperti ilmu padi, makin berisi
makin merunduk”
Sekarang saya baru benar-benar
paham arti kutipan itu. Memang sih simple, terlalu simple mungkin tapi artinya
tidak sesederhana itu. Saya memahami bahwa orang-orang yang sudah berisi dan
pandai maka akan cenderung selow dan santai menghadapi masalah. Tidak
grasak-grusuk, tidak buru-buru apalagi sampai menyalahkan dan
mengkambing-hitamkan orang lain. Orang-orang dengan kecerdasan dan kepandaian
tingkat tinggi tidak butuh pengakuan. Mereka bahkan tidak perlu ikut cerdas
cermat, mungkin mereka yang menciptakan permainan itu, tapi ya mereka selow
aja. Kebanyakan justru orang yang ikut cerdas cermat yang ribet. Parahnya,
bahkan pendukung yang ikut cerdas-cermat malah berantem. Padahal yang bikin
permainan, justru nyiptain itu buat
main, kenapa pada berantem ?
Sama halnya dengan pembalap.
Pembalap yang sudah berlaga di Moto GP tidak perlu pamer seberapa mereka bisa
ngebut di jalanan komplek (bukan sirkuit). Beda dengan pembalap remaja yang
masih labil dan butuh pengakuan. Valentino Rossi nggak harus kebut-kebutan di
jalan, nggak harus ngangkat ban depan motornya
di jalanan komplek untuk sebuah pengakuan. Karena apa ? Karena tau dia
pembalap, dan bukan disitu seharusnya dia ‘beraksi’. Jadi masih butuh pengakuan
?
Sama halnya kaya mantan. Kalau
kalian masih takut buat ngecek sosmed mantan berarti kalian belum move on.
Orang yang move on pasti selow buka-buka sosmed mantan. Orang yang move on gak
akan se-insecure itu. Orang yang move on gak takut buat nge-like instagram,
atau nge-love moment mantannya di path. Karena apa ? karena orang yang sudah
move on gak butuh pengakuan kalau dia sudah move on. Orang yang sudah move on
gak butuh update sama gebetan barunya buat panas-panasin mantannya, karena apa
? karena hidupnya sama aja, dengan atau tidak dengan mantan.
Selow aja, Cuma orang insecure
yang butuh pengakuan. Kalian nggak kan ?
Sunter, 30 July 2015 10.34pm
(Monkey To Millionaire – Replika)
Comments
Post a Comment