Bersukur itu rasional



Ah, enak sekali sore-senja-malam ini. Benar kata Ajahn Brahm: Good ? Bad ? Who Know ?
Memang benar. Truth to be told. Tidak ada yang tahu apa yang benar-benar terjadi, mengapa, dan bagaimana-nya. Tapi tetap kita tidak boleh berprasangka buruk terhadap apa yang menimpa kita sekarang. Ibarat roda, kita (pasti) akan terus berputar. Tapi kita tetap tidak boleh ber-negatif-ria atas apa yang sedang maupun akan terjadi. Jadi ingat akan kata-kata Cak Nun: bersyukur saja. Bersukur itu rasional. Kalaupun kita sekarang merasa dalam kondisi yang terpuruk, itu karena kita merasa keterpurukan itu adalah irasional, tidak masuk akal. Padahal tidak. Kadang kita hanya belum sampai pada titik ke-rasional-annya saja. Tapi bersukur itu rasional. Masuk akal!


Pantai Indah Kapuk 15 okt 2015 6:43pm

Comments

Popular posts from this blog

Menulis Pengalaman: Menjemput Kehidupan Baru

Eleventwelfth feat. Asteriska - Your Head as my Favourite Bookstore

Farewell Greeting, Maybe?