between me and my secret


Ssstt, ini rahasia…
Secretly, menulis dan membaca mungkin adalah hobi saya. Sejak kecil saya selaku suka dengan seni menulis terlebih sejak beranjak dewasa saya selalu berteman baik dengan karya-karya seniman-seniman baik lokal maupun mancanegara. Pemusik, penulis novel, penulis cerpen, penyair, sampai penggiat blog. Mempelajari bahasa dan mengejawantahkannya sebagai bentuk ekspresi adalah hal yang sangat unik menurut saya. Cholil ERK misalnya, selalu menulis lirik lagu-lagu efek rumah kaca dengan sederhana tapi dalam. Hampir semua lagu ERK memiliki makna berbeda satu dengan yang lain, yang paling penting adalah lagu mereka tidak melulu soal cinta. Jadi, bisa menjadi alternatif pilihan untuk mendengarkan lagu-lagu mereka. Farid Stevy Asta juga demikian. Vokalis FSTVLST ini juga terlibat dalam berbagai proyek ‘seni’, secara dia adalah alumnus ISI Yogyakarta. lirik-lirik lagu FSTVLST sangat kental dengan kritik sosial kepada apapun yang menurut Farid melenceng dari jalurnya. Disamping itu semua, Farid juga adalah penggiat blog. Berbagai karya, informasi, sampai tips-tips non-mainstream bisa kalian temui di Blognya Farid. setiap berkunjung ke laman pribadi Farid, saya selalu menemui minimal satu kosakata baru. Pandji Pragiwaksono pun demikian saya kira. Diakui Pandji di situsnya Pandji bahwa dia tidak bisa membuat lirik sedalam dan seindah ERK tapi setidaknya dia bisa berkontribusi melalui karya dan tulisannya. Pandji yang telah menulis setidaknya 3 buku, menurut saya sangat inspiratif. Dalam situs pribadinya, ia banyak bercerita. Tidak hanya soal diri, keluarga dan kariernya, tapi juga cita-cita dan harapannya untuk Indonesia. Dari sisi penulis novel, nama Andrea Hirata mungkin tidak bisa saya pungkiri sebagai salah satu inspirasi saya dalam menulis. Trilogi lascar pelanginya menjadi best seller. Ia pandai mengemas pengalaman pribadinya menjadi cerita yang memorable dan inspiratif bagi semua orang.

Beberapa karya Cholil ERK dalam lirik lagunya :
1.       “Kubisa tenggelam dilautan, aku bisa diracun diudara, dikursi listrikan ataupun ditikam.” Dalam lagu diudara yang bercerita tentang Munir.
2.       “ini masalah kuasa, alibi mu berharga. Pantas kalau kami marah, memang argumenmu payah” Dalam lagu Mosi Tidak bercerita yang bercerita mengenai kedzaliman demokrasi.

Beberapa Karya Farid FSTVLST dalam lirik lagunya :
1.       “hidup tak perlu terlalu lama, jika dosa yang berkuasa” dalam lagu mati muda
2.       “pagi indah cerah yang engkau nanti dan sore redup tenang yang kau nikmati, sedikit dari banyak yang maha oke beri” dalam lagu maha oke yang bercerita tentang keagungan Tuhan namun dikemas dalam bahasa yang tidak menggurui dan Nampak tidak agamis.
3.       “teman bermain diperankan oleh perangkat digital, playlist andalan bagai ayat-ayat dalam doa” dalam lagu Monster karaoke yang bercerita tentang manusia yang menuhankan gadget.
4.       “barbarian bersorban, rantai penguasa yang tiran, maniak perang, brilliant dengan citra curian, cendekia pendusta, para pakar berdosa, serentak semua, serentak lupa pada pecinta” dalam lagu hari terakhir peradaban yang bercerita tentang kondisi Indonesia dan dunia saat ini.

Beberapa karya Pandji dalam Situsnya :
1.       “Fokus bukanlah tau apa yang perlu dikerjakan, melainkan tau apa yang tidak perlu dikerjakan”
2.       “kalau merasa terlalu nyaman berarti ada yang salah. Kita masih muda dan tidak sepantasnya merasa nyaman”
3.       “tidak memilih mungkin adalah pilihan. Tapi pilihan yang terlalu mudah. tidak ada tanggung jawab yang berarti dalam pilihan tidak memilih” dalam artikel masalah dalam pilkada.

dan banyak sekali ungkapan-ungkapan Andrea Hirata yang menggelitik seperti "Tuhan Tau, tapi menunggu" atau "don't stop dreaming" simlpe memang, tapi tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

All i need to say is, kadang-kadang menulis bisa jadi teman paling tak tergantikan bagi saya.  Ia tak pernah bereaksi dan menjadi kerabat paling jujur dalam mengekspresikan apapun. Perasaan, pengalaman, kritik, apapun.

Comments

Popular posts from this blog

Menulis Pengalaman: Menjemput Kehidupan Baru

Eleventwelfth feat. Asteriska - Your Head as my Favourite Bookstore

Farewell Greeting, Maybe?