Kecanduan Blog
hahaha, aneh aja malam ini. Seharian ini tepatnya. Edan mata kuliah Renlit (yg saya ceritakan beberapa hari yang lalu) berganti jadwal menjadi jam setengah 4, dan berakhir jam setengah 6. Jadilah teman sekelas sibuk mengumpat dalam hati, ada yang lapar, ada yang capek seharian dikampus, ada yang dandan mau yasinan.LOL. Renlit sih udah saya ceritain sedikit beberapa hari yang lalu, ya intinya katalisator, pelicin menuju skripsi, yang menghasilkan proposal penelitian. Yang jauh lebih penting dari itu semua, yang menjadi inti cerita malam ini, di blog ini adalah....
sebenarnya malam ini saya sibuk mencari inspirasi untuk topik skripsi. Maka mulailah saya browsing. Beda dari kebanyakan teman saya yang kecanduan teori-teori dari pemikir terkenal sehingga bacaan mereka adalah buku, jurnal, karya ilmiah atau semacamnya, saya adalah orang yang alergi dengan itu semua. Saya memulai browsing dengan mencari dan menemukan blog-blog yang bisa dijadikan inspirasi, tidak hanya untuk skripsi, tapi juga untuk HIDUP. Menjalani Hidup. Saya justru kecanduan membaca ratusan blog dalam beberapa bulan belakangan. Unik aja, semacam membaca jalan, arah, dan tiap-tiap tikungan yang diambil si penulis blog. Ada yang rada serius menganalisis, ada yang setengah-setengah serius, ada yang (Selalu) curhat, ada yang filosofis, ada yang copy-paste dari kaskus. Dari sana saya menemukan banyak hal, sudut pandang, cara menyelesaikan masalah, standing position, dan masih banyak lagi. Menurut saya, Teori tidak hanya didapat dari pemikir atau ilmuwan, tapi juga bisa dari penggiat blog. Hanya saja, mungkin teori mereka tidak ilmiah karena belum diuji dan terbukti. Dan karena itu pula, isinya jadi jauh lebih fleksibel, jauh lebih 'think out of the box', jauh lebih menginspirasi, somehow!
Sungguh, emosi saya dipermainkan saat membaca salah satu blog mahasiswa yang sedang pertukaran pelajar (atau apalah) di Jepang. Postingannya berisi email yang diterima oleh PPI (persatuan pelajar Indonesia) Jepang dan Belanda yang dikirimkan oleh Anies Baswedan. Sangat inspiratif, menyemangati tanpa memaksa, menyuruh tanpa memaksa, halus nan syahdu nian isi surat elektronik itu, namun sangat inspiratif. Intinya adalah begini menurut saya 'jadilah mahasiswa Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia. Bagaimanapun Juga, mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggung jawab kita semua, tidak terkecuali mahasiswa yang menuntut ilmu diluar negeri yang secara fisik terpisah dengan Indonesia'. Luar biasa surat elektronik itu ditulis, hingga mampu menginspirasi banyak hal, saya termasuk didalamnya.
Comments
Post a Comment