My Self has done with it!
Kamis, Sore, Hujan, Jogja, soundtracknya Float-Pulang. Kalau ada yang bilang surga itu jauh, coba nikmati soreku! Belum buat milo sih ini, males. Tapi tetap sempurna soreku. Yah meskipun gak bisa nikmatin sunset di atap, hujan cukup efektif menggantikan kesyahduan sore ini. Akhir-akhir ini suka gak produktif! memang sih, sebagian tugas udah selesai sebelum deadline, tapi mbok' ya ngerjain yang bermanfaat gitu. Ya kaya hari ini contohnya. Bangun setengah 10, ngumpulin nyawa (itu artinya buka path, intsagram, twitter, cek line, email kali-kali ada seseuatu yg penting!) setengah jam, bangun (bener-bener berdiri, (apanyaaaa ???!!)) sarapan mi goreng+telor dadar, eh tidur lagi. Dan sekarang baru bangun. Susah sih, kalo gak dari niat. meskipun notes-notes udah berserakan dikamar supaya semangat, tetap aja kalo gak niat...
.
"Well, i think we don't need any motivator in our own life. Because ourself has done with that!"
Yap, motivator terbesar dalam sejarah bukanlah Gandhi apalagi sekedar Mario Teguh. Dirimu adalah motivator terbesar itu. Sekarang contohnya, kalaupun saya tidak sesegera memotivasi diri untuk terus bersukur surga itu sesorenya Jogja maka saya pasti dilanda galau. Galau misalnya kalau hujan jadi gak bisa kemana-mana, apalagi kalau lapar dan persediaan habis! untungnya saya langsung cepat-cepat memotivasi diri kalau cuaca lagi kaya gini, enaknya malah ngeblog, browsing, baca-baca blog tetangga. It's something simple but you need to deal with.
Bagi saya, menjadikan orang lain sebagai motivator adalah hal yang sangat berbahaya. kedengaran egois memang, kalau mengingat manusia adalah homo sapiens (makhluk sosial). Tapi apa yang terjadi jika orang yang selama ini kita anggap sebagai motivator, berhenti melakukan tugasnya. Kalau dia pacar, ketika putus misalnya. Kalau dia orang tua, ketika meninggal misalnya. Begitu tergantungnya kita pada mereka menjadikan kita tidak se-produktif biasanya. Lantas kita juga berhenti menyelesaikan tugas ? Tentu saja pesan saya bukanlah menjadi individualis, kita tetap harus bersosialisasi. Akan tetapi tetap jadikan dirimu berharga dengan membangun passsion mu sendiri. Ciptakan Visimu untuk hidup ini apa, capai itu dengan tangan mu sendiri. Orang lain tidak berhak menghalangimu mencapainya.
(Sesekali lampiaskan keletihan mu pada apa saja yang kau sebut itu sang Pencipta)
Comments
Post a Comment