Hari

Pernahkah kau bayangkan hari dimana kau sedang dalam dua sisi yang saling coba memenangkan hati terdalam mu. Duduk diatas pasir putih pantai, menikmati pagi dan sunrise-nya, dan kau bermain gitar. Lalu pujaan hatimu datang, dengan hawa pagi dan semerbak wewangian parfum sisa perjalanan kemarin. Duduk disebelahmu, menyandarkan kepalanya ke lengan kirimu sementara kau masih bermain gitar. Saat lagu yang kau mainkan adalah mighty love-nya zeke and the popo. Hari dimana kau dan orang terkasihmu telah merencanakan ini sejak jauh hari, mematangkan konsepnya, demi suksesnya hari paling mendua dalam sejarah hidupmu. setidaknya sampai di usia 21 tahunmu. Hari dimana perjalanan mu akan berakhir sekaligus dimulai. Saat secara sadar kelak kau menjadi orang paling asing baginya, dan kau bersedia menerima itu semua atas nama mimpi pribadi. Mungkin inilah mimpi paling jahat sejagat. Tapi tidaklah menjadi hal yang besar saat kau mampu menerima. Menerima adalah pekerjaan mulia. Permata paling berkilau yang harusnya jadi senjata paling sering dipakai sekaligus menjadi pamungkas milik semua orang.
Mungkin inilah hari yang paling kalian tunggu-tunggu. Hari dimana perjalanan terasa berat kedepannya, tapi kalian tidak pernah absen mendoakan, menguatkan, diam-diam.
Mungkin saat hari itu tiba, hati kecil akan terasa tua dan kusam. Canggung ditinggal pemiliknya.

Comments

Popular posts from this blog

Menulis Pengalaman: Menjemput Kehidupan Baru

Eleventwelfth feat. Asteriska - Your Head as my Favourite Bookstore

Farewell Greeting, Maybe?