Konspirasi Semesta

          Aku sudah tau hal ini pasti akan terjadi. Ingat saat kamu merasa sempurna ? tidak butuh waktu lama bagi Tuhan untuk menenggelamkanmu kedasar samudera yang paling dalam. Beberapa temanku kujadikan acuan atas kejadian ini. Ada yang kaya raya, lalu setelah orang tuanya meninggal mereka jadi jatuh miskin. Ada yang terlunta-lunta karena masalah ini itu, padahal mereka sudah khatam soal menghadapi masalah. 

           Aku benar-benar tau saat ini akan datang. Saat aku merasa teman-temanku menjadi semacam tidak berharga, maka aku memilih bersyukur sekeras-kerasnya. Benar memang Tuhan adalah penulis cerita terbaik dan selalu Happy Ending. Tapi yang berakhiran menyenangkan itu, tidak selalu menyenangkan tengahnya. Ada intrik dan konflik yang Tuhan ciptakan agar kita tidak lupa bersukur. Agar kita tidak melupakan pelajaran dari setiap inci yang Tuhan berikan. Aku mungkin sok tau tentang Tuhan, tapi setidaknya aku bisa memahami maksud Tuhan apa. Tuhan ingin kita belajar seimbang dan menerima. Sama saat pertama kalinya tahun 2014 hampir pasti, aku berteriak sekencang-kencangnya dalam hati bahwa tahun ini adalah tahun menerima. Apapun yang bakal terjadi, apapun yang telah Tuhan garis dan coretkan akan aku jalani dan terima. 

          Ini adalah konspirasi semesta. Aku mungkin orang yang percaya akan itu. Sebelum aku benar-benar tau kejadian ini, Tuhan menggerakkan aku untuk membaca buku 'cacing dan kotorannya'. Lalu setelah paham dan kuaplikasikan kedalam hidup, Tuhan menyiapkan seseorang untukku berkeluh kesah. Bukan teman, keluarga, atau teman sekamar. Aku lebih suka menyebutnya partner. Seorang penyihir yang hanya dengan sekedar ucapan 'kamu pasti bisa' atau 'semangat ya' maka kamu akan benar-benar semangat. 

Hold on just a little longer. Trust me, the conclusion is always better to be told and shared :)

Comments

Popular posts from this blog

Menulis Pengalaman: Menjemput Kehidupan Baru

Eleventwelfth feat. Asteriska - Your Head as my Favourite Bookstore

Farewell Greeting, Maybe?