Sesorenya Jogja
"Tamu Yang Baik Tau Kapan Harus Pamit"
adalah sebuah ungkapan yang terbaca tadi sore. banyak interpretasi yang bisa ditarikkan dari ungkapan tersebut. saya lebih suka memandangnya dari sisi kehidupan. ini berarti, sebagai manusia kita harus tahu diri. senyaman-nyamanya kita saat berkunjung kerumah orang, kita harus tau kapan harus pamit. Sedalam-dalamnya kita mendekati seseorang, kita harus tau kapan harus berhenti. Sekeras-kerasnya usaha yang kita berikan, kita harus tau kapan harus mengganti arah. Ungkapan ini, juga menyiratkan kepasrahan dari apa yang sebenarnya bukan milik kita. materi, pasangan, keluarga, bahkan hidup, bukanlah milik kita. namun begitu, tidak bijak rasanya kalau kita hanya menjalaninya dengan setengah-setengah. "living the moment" kata seorang sahabat. artinya selalu total dalam memberikan sesuatu, total dalam berusaha, total dalam berkunjung, total dalam segala hal. setelah kita total dalam segala hal, baru kita pamit. Urusan hasil jangan terlalu dipusingkan. At least we've tried. Setidaknya kita pernah mencoba, tidak ada yang salah dengan mencoba. Takut mencoba adalah kesalahan besar yang tidak boleh ada dalam kamus kalian.
Comments
Post a Comment