Menjadi Bermaslah
--Sabtu siang yang agak panas entah kenapa menurun hawanya. Mungkin karena Sullen-nya Barefood sedang mengalun di Playlist jadul--
You Can't save Everyone
You can't save everything
The only thing that you could save is your self.
But that's Okay :)
anyway, everything is given right ?
Itulah kira-kira gambaran seminggu kebelakang. Sepertinya masalah memang tidak untuk dihindari, tapi dijalani. Anyway siapa yang suka sama masalah ? No one. Tapi, walaupun gak ada yang suka sama masalah, hampir tiap hari ada aja yang namanya masalah. Hape ketinggalan, lupa bawa dompet, sampai masalah-masalah yang agak rumit misalnya ketabrak. Jadi intinya, kita emang gak bisa menghindar dari masalah. Dia akan datang tanpa diminta, tanpa memberi kabar mungkin juga kode. Datang aja, Plak !
Kalo udah ada masalah, banyak orang akan sibuk menyalahkan keadaan, memaki diri sendiri, dan kebanyakan sibuk mencari kambing hitam. Saya pribadi tidak begitu suka dengan kondisi seperti ini. Bagi saya masalah memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan.
Sejak kecil kita memang 'bermasalah'. Dari bayi kita akan menangis jika kita kelaparan, atau mau pipis, atau mau pup. Itu masalah kita ketika baru lahir. Beranjak dewasa masalah kelaparan dsb sudah tidak lagi menjadi hal karena kita sudah bisa berbicara. Muncul lagi masalah bagi balita, susah tidur misalnya.
Ketika kita sudah mengerti akan pentingnya istirahat atau tidur, beranjak remaja, muncul lagi masalah baru. PR misalnya.
Begitu terus sampai nanti sampai tua. Intinya, mau tidak mau kita harus membiasakan diri terlibat dalam masalah. Dengan begitu, kita akan terbiasa bersikap tenang dan menjernihkan pikiran. Karena memang yang penting adalah bagaimana kita menyikapi masalah. Datangnya masalah itu pasti, menjadi tenang dan tidak mengutuk keadaan itu pilihan.
"Diam Sebentar mengendapkan, uraikan simpul kacaunya" -FSTVLST
Terkadang pula, tidak jarang masalah yang kita hadapi tidaklah begtiu rumit. Yang menjadi rumit adalah pikiran kita memikirkan masalah. Masalah yang ada ditambah pikiran kita yang mengatakan masalah itu berat tentu akan menambah itu berat. Kalau kata FSTVLST "Diam Sebentar mengendapkan, uraikan simpul kacaunya". Terkadang kita hanya butuh tenang dan menenangkan diri untuk menghadapi masalah :)
Walaupun begitu, kita memang tidak bisa menyelamatkan orang lain, kita tidak bisa menyelamatkan hal-hal yang kita suka untuk tidak terlibat dalam masalah. Kita hanya bisa menyelamatkan diri kita sendiri. Tapi tidak masalah. Lagipula semuanya yang kita miliki adalah pemberian bukan ?
Comments
Post a Comment