The Litte Lowest Part of My Life

Jakarta, 3 Juni 2015 02:46 am
Part I
The Lowest and Hardest Part


      Setiap orang pasti pernah mengalami ini. tidak selalu sama persis memang, tapi pasti sama berat. Titik Terendah dalam hidup. The Lowest Part Of The Life and it Happened to me. Like today, like right now. Mungkin bagi sebagian orang ini terbilang biasa saja. Karena mereka tidak sedang merasakan, mengalami. Masalah kalian pun bisa jadi biasa saja bagi saya, padahal berat menurut kalian dan nyaris membuat kalian menyerah. In Fact, kita punya masalah masing-masing kawan, kita tau cara menyelesaikannya. All that we need is just a time. Time will healing somehow. Harapannya, waktu tersingkatlah yang kita cari. Tapi ini semua tidak semudah itu. Kadang kita harus benar-benar 'melepas'. Bukan untuk apa-apa. Cuma, agar bisa menerima sesuatu yang baru.  




Jakarta, 3 Juni 2015 02:51 am
Part II
Perfect Love is the biggest Lies ?


       Well, jika kalian punya kekasih, telah menjalin hubungan yang bahagia dan nampaknya akan berakhir bahagia. Happily ever after. Mungkin saja itu yang dinamakan cinta sejati. Tapi ini cinta sempurna. Utopia ! Saya sendiri tidak terlalu yakin sebelum kita benar-benar harus mengalami. Kita punya kekasih, telah menjalin hubungan lama, bahagia dan nampaknya akan berakhir bahagia. Namun, kekasih kita ternyata memilih sahabat kita untuk menjadi sandaran sisa hidupnya. Masihkah sama nilai cinta kita ? jika cintamu sempurna maka jawabanmu akan IYA. Karena apa ? Cinta sempurna selalu mendukung dan mengusahakan kebahagiaan orang yang dicintainya. Ia senantiasa menerima apapun yang menjadi kebahagiaan kekasihnya. Tidak masalah seberat apapun itu, dan tidak akan menjadi berat karena memang sempurna. It Is Just Perfect ! is there something like that ? There is !



Jakarta, 3 Juni 2015 02:55 am
Part III
Well I Guess This is Growing Up !


        Tidak ada yang lebih sempurna dari cinta Tuhan kepada Hambanya. Ibu kepada Anaknya. Tidak ada yang salah, tidak akan pernah salah. Tidak pernah digugat dan selalu disadari belakangan biasanya. Tapi memang begitu adanya. This is not a disease This is how it is. Seberapa buruk, jahat, berdosanya kita, kasih sayang, cinta dan perhatian Tuhan dan Ibu tidak pernah berubah sedikit pun. Bahkan untuk tiap-tiap individu yang membangkang bahkan membenci Nya, Tuhan dan Ibu tidak pernah berhenti memberi cinta kasih untuk hamba dan anaknya. Sejak lahir, sekarang, bahkan hingga nanti. Selamanya. Sejati. Abadi. Not even Once.


Yogyakarta, 26 Juni 2015 05:08 am
Part IV
Antithesis, Antiklimaks

       And Here i am again. In Yogyakarta for a while. To remind the little things about me, you and some pieces of us. I've tried to collect all that broken bone, but it seeems useless. i know the things are never be the same again. I have to let it go. And so it seems i am someone i've never met ?

Comments

Popular posts from this blog

Menulis Pengalaman: Menjemput Kehidupan Baru

Eleventwelfth feat. Asteriska - Your Head as my Favourite Bookstore

Farewell Greeting, Maybe?