The Power Of Letting Go (maybe)
Beberapa hari belakangan
emosi-emosi berkumpul di belahan otak entah apa namanya. Beranjak ingin lepas,
tapi rasa malas lebih besar menahan rupanya.
Seringkali, seringkali kita
terlalu fasih belajar mendapatkan. Mempertahankan. Namun lupa belajar melepaskan.
Melepaskan memang berat, karena jarang kita pelajari. Kita hanya sibuk belajar
mendapatkan dan mempertahankan. Padahal pada saat yang bersamaan kita juga
sedang melepaskan. Kita hanya tidak sadar. Karena apa ? karena kita terlalu
sibuk mendapatkan dan mempertahankan.
Begini contohnya, saat kita
belajar untuk mendapat nilai yang baik, kita rela melepaskan waktu bermain
kita. Tapi seringkali kita hanya fokus pada belajar untuk mendapat nilai yang
baik. Padahal pada saat yang bersamaan waktu bermain kita menjadi hilang.
Pada titik yang lain, sebaiknya
kita menyeimbangkan antara mendapatkan dan melepaskan.
Pada titik yang lebih tinggi
lagi, kita sudah tidak perduli dengan kata kerja ‘mendapatkan’. Kita hanya mau
dan bisa melepaskan.
Apa indikatornya kita sudah pada
titik bisa melepaskan ?
Santai dalam menjalani hidup. No
ambition, stay foolish, ask more question.
Sunter, 30 July 2015 (11.11pm
Pandai Besi – Jangan bakar Buku)
Comments
Post a Comment