Berkeluh kesah itu penting !

"Namun apapun yang pernah tergenggam
pasti akan memudar, lalu hilang"
(FSTVLST - ayun buai zaman)

Ah, siang ini. Akhirnya sampai juga di persimpangan ini (lagi). Persimpangan yang tidak mungkin tidak harus kupilih lalu jalani. Memang, keadaan tidak selalu berpihak pada yang punya rencana. Sebagaimana ia juga tidak selalu berpihak pada yang tidak berencana. Semua memang berasal dari ketiadaan sampai akhirnya menjadi tiada lagi. Ini wajar. Ini normal. Tidak ada yang salah dengan ini. Mungkin Tuhan cemburu karena aku terlalu menuhankan ambisi dan cita-citaku. Ah, Tuhan memang maha pencemburu. Juga maha menjebak. Aku tau Tuhan sedang tertawa melihatku bingung (lagi) saat dihadapkan pada persimpangan ini (lagi). Sambil diam-diam Tuhan juga percaya pada kemampuanku kalau tidak ada yang salah dalam memilih kanan atau kiri persimpangan ini. Yang salah mungkin saat kau tidak mau memilih akan ke kanan atau ke kiri. Lagian, mungkin Tuhan juga tidak peduli arah mana yang akan kau prosesi. Karena bagi Tuhan bukan ujung jalannnya, tapi proses berjalan mu yang dinilai. Proses mu menemukan cara berjalan, prosesmu berjalan, prosesmu menemukan hasil. Karena pada akhirnya kita kembali lagi menjadi tiada. Dan persimpangan itu mungkin tidak pernah ada. Semu. Jebakan. Akal-akalan Tuhan agar kau berputus asa, tidak melanjutkan prosesmu. Menurutmu, mengapa kita selalu minta ditunjukkan jalan yang lurus pada Tuhan ? kalau bukan kita memang "dijebak" oleh Tuhan. Disesatkan oleh Tuhan. Maka proses berjalan, menemukan jalan, dan memesrai proses didalamnya yang menjadi indikator keberhasilan mu meng-human-being. Menjadi manusia, melakoni watakmu sebagai manusia. Lagian jika kita merasa sudah sempurna dan sanggup melewati semua, kenapa tidak berganti nama saja menjadi Tuhan.


(Kantor, Plaza Central, 03.25 pm, 16 March 2016)

Comments

Popular posts from this blog

Menulis Pengalaman: Menjemput Kehidupan Baru

Eleventwelfth feat. Asteriska - Your Head as my Favourite Bookstore

Farewell Greeting, Maybe?