Secangkir teh, Serintik hujan dan Beberapa halaman Buku

"Secangkir teh, Serintik hujan dan Beberapa halaman Buku pada satu sore yang syahdu"

Saya tipe orang yang bisa hidup tanpa internet. Internet tak ubahnya hanya pelengkap bagi saya. indahnya hidup, bahagianya momen-momen sakral atau sekedar bergalau-ria, bagi sebagian orang -saya juga sih kadang-kadang- harus di bagikan, di posting pada apa saja namanya (blog, instagram, path, snapchat, line dll). Sukur bisa menginspirasi. Paling tidak jadi inspirasi untuk tidak akan mengunggah hal yang sama. 
 Saya tipe orang yang bisa hidup tanpa internet. Dan semoga selalu seperti itu. Memang pada titik dan poros tertentu internet sangat membantu. Tapi ya udah, kita juga bisa hidup tanpa internet. Maksud saya gini, internet itu penting. Tapi kalau sampai ketergantungan, galau, emosi gara-gara paket data habis hmmm kayanya lebay. Menikmati hidup tanpa internet itu mampu membuat hidup lebih hidup. Bisa menikmati dunia seisinya dengan lebih sadar. Tanpa harus terburu-buru ingin mengabadikan. Ajahn Brahm -biksu favorit saya- pernah bilang begini "Saat kamu berdecak kagum pada keindahan alam, kamu sedang merasakan dan memikirkan decak kagum mu. Bukan sedang merasakan keindahan alam". Jadi ya sesekali cobalah hidup tanpa internet. Nah kalau sudah terbiasa, bisa juga mencoba sensasi hidup tanpa gawai (gadget). Dengan cara seperti itu, saya yakin kalian akan jauh lebih produktif juga kreatif dengan alasan membunuh waktu dengan cara seperti apa. Pilihannya banyak. Traveling, piknik mini ke taman kota sambil menikmati secangkir teh dan buku bagus, atau hanya dengan menjadi diri sendiri seutuhnya. Karena apa ? banyak orang yang tidak menjadi diri sendiri di internet.

Comments

Popular posts from this blog

Menulis Pengalaman: Menjemput Kehidupan Baru

Eleventwelfth feat. Asteriska - Your Head as my Favourite Bookstore

Farewell Greeting, Maybe?