Tapi ini semua sementara

Tapi apapun yang ada pada kita sekarang memang sementara. Bahkan waktu pun sementara. Eh tunggu, ‘waktu’ menjadi indikator ke-sementara-an itu. Bahkan yang menjadi indikator, alat pembanding, variable indipenden pun bersifat sementara.  Jadi mengapa kita harus mati-matian mempertahankan sesuatu yang bersifat sementara ?

Teman-teman yang selalu sama-sama juga ternyata sementara. 


25 Sept 2016. Walking Drums Caffee, Pati Unus, Jakarta Selatan

Comments

Popular posts from this blog

Menulis Pengalaman: Menjemput Kehidupan Baru

Eleventwelfth feat. Asteriska - Your Head as my Favourite Bookstore

Farewell Greeting, Maybe?