Sore ini Jakarta sedang hujan malu-malu

Sore ini Jakarta sedang hujan malu-malu. Ditemani Layur dalam playlist, buku Dasar-dasar Logika-nya Mas E. Sumaryono dan The Life-Changing Magic of Tidying Up-nya Marie Kondo asal Jepang, saya membuka foto-foto di galeri smartphone saya. Betapa, beberapa foto tersebut banyak bercerita dan sibuk mengingatkan saya pada kenangan masa kecil. Pada keluarga terutama. Izinkan saya menuliskan beberapa baris kata untuk menyampaikan perasaan saya sore ini.


“kita memang tidak selalu berjalan beriringan
Dalam hati masing-masing kita senantiasa tersimpan ego
Kita memang tidak selalu merasa senang
Tapi semoga kita selalu mencoba memaknai semuanya dengan bersukur

Pada masa-masa sulit, kita selalu bisa berjuang bersama
Kita memang tidak selalu berdekatan
Tapi semoga kita senantiasa memaknainya sebagai cara Tuhan mendekatkan kita didalam masing-masing doa

Persimpangan ini begitu membingungkan
Begitu menguras energy
Seandainya bisa memilih, kita mungkin tidak memilih untuk sampai pada persimpangan ini
Tapi bukankan Tuhan yang mengantarkan kita pada persimpangan ini
Lalu kenapa kita masih ragu pada rencana-Nya

Kita yang begitu kuat
Mungkin akan lemah pada waktunya
Kita yang biasanya selalu tersenyum
Mungkin akan menangis pada waktunya
Tapi itu semua coba kita jalani
Semoga dengan menjalani itu dengan ikhlas
Kita bisa mendapat ridha
Kita bisa senantiasa dilindungi

Kita bisa senantiasa dipilihkan jalan paling baik pada persimpangan-persimpangan selanjutnya”

Jakarta, 12 April 2017 - Komando IV Jak-Sel

Comments

Popular posts from this blog

Menulis Pengalaman: Menjemput Kehidupan Baru

Eleventwelfth feat. Asteriska - Your Head as my Favourite Bookstore

Farewell Greeting, Maybe?