Tentang Akhir dari Ramadhan
Pada
suatu fragmen di negeri seberang, beberapa anak muda terlibat dialog
ngalor-ngidul, tanpa arah soal akhir dari bulan puasa. Pembicaraan itu seputar
mudik, baju baru dan segala hal yang sudah kita anggap tradisi menyambut
lebaran. Padahal menyambut lebaran sama artinya dengan meninggalkan ramadhan.
X: Tahukah
kau teman, sebaik-baiknya mudik adalah mudik kedalam diri sendiri
Y: Iya
teman, mudik itu yang penting adalah mudik mental nya. Bukan fisiknya.
Z: Belum
lagi kebutuhan akan baju lebaran. Semua orang sibuk mencari baju baru lebaran,
semua seperti harus baru. Padahal sebaik-baiknya pakaian adalah iman.
X:
Mudik itu mungkin kembali kepada asal. Kembali ke kampung halaman. Kampung halaman
dunia itu fana. Kampung halaman di akhirat itu abadi.
Y:
Kalau mudik itu artinya kembali, sebaik-baiknya kembali bukankah pada yang
menyuruh kita pergi ?
Z: Begitu
pun dengan lebaran. Jika memang harus ada yang baru di lebaran, mestilah itu
cara pandang dan tujuan kita dilahirkan.

Comments
Post a Comment