"Aku berasa mimpi." Tanpa sadar kalimat itu yang saya ucapkan sesaat melihat anak kami lahir ke dunia, tepat di hadapan saya. Bagian 1: Mengonfirmasi Kehamilan Suatu pagi, dengan agak malu-malu Citra mendatangi saya. "Aku barusan pake testpack " "Oh iya? Dan hasilnya?" "Ini." Citra menunjukkan testpack beserta indikator dua garis terpampang di permukaannya. Kalau tidak salah, waktu itu akhir September 2020. Hitung mundur ke tanggal pernikahan kami pada 30 November 2019, maka butuh waktu sekitar 10 bulan untuk bisa menemukan dua garis pada testpack . Namun begitu, sejak awal kami memang tidak mematok dan berekspektasi apa-apa. "Se-dikasihnya aja." Kami menggunakan jawaban itu tiap kali ditanya soal kapan berencana mau punya anak. Oktober 2020, kami berangkat ke Tarakan menghadiri pernikahan sepupu saya. Dalam perjalanan, kami bermufakat untuk memberi tahu orang-orang rumah di Tarakan dengan cara yang "biasa saja", dengan ...
i'm neglecting my realm to dissent your repeating line. but according to you all those letters were written out right. confusing it seems but subconsciously rereading the poem you've had sent to me, it blows a straight understanding of what may and may not rhyme. inside those pages you've handed down. beyond this library of our mind, you've found the shelf where our moment was emphasized. you vent it to your blank note. a white paper full of false hope. here now your chapters are closing. your sentence is losing its depth to compile each character you're fusing. the words that you're using it felt less amusing. and the syllables failed to describe all my wonder. sometimes i would sit at the balcony, pairing all the vivid lights to bear away all those memories. the one that got me stuck on hold while i'm addressing your head as my favourite bookstore. to quote the sole author, i'll rewrite the story where it ends in a halt. i vent it...
[…] Pewawancara: Why are you want to resign from your current company? Do you feel uncomfortable? Saya: I do really comfortable. But if you give me better chance and better opportunity, why should I say “no”? Saya percaya bahwa pertemuan adalah hal yang biasa dan terlalu sering terjadi. Mestinya, begitu pula kita menyikapi perpisahan. Hari ini adalah hari terakhir saya di PT. Korea Tomorrow and Global Indonesia (KT&G). Tak ada yang berbeda atau berubah, kecuali nanti ketika semua kebiasaan pelan-pelan menyesuaikan. Saat pertama kali bergabung pada November 2015, saya masih pada tahap nol. Sekarang, setelah 2,9 tahun, saya mungkin juga masih nol. Tapi mungkin dengan ukuran yang lebih besar (:p). Tentu ada banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa saya ambil. Terutama pada titik saya menyadari bahwa KT&G-lah yang menjadi pijakan awal saya menempuh karir profesional, walaupun KT&G bukan perusahaan pertama tempat saya bekerja. Segala urusan professional, say...
Comments
Post a Comment