Teman dan Pencerita
"...teman dan pencerita
panggung dan pertunjukan
cairan dan pendosa
rayakan dengan asap
di hela napas
jalan dan pencarian jawaban
ingatan dan penyesalan
tangisi akhir pekanmu..."
(Jenny - Menangisi Akhir Pekan)
panggung dan pertunjukan
cairan dan pendosa
rayakan dengan asap
di hela napas
jalan dan pencarian jawaban
ingatan dan penyesalan
tangisi akhir pekanmu..."
(Jenny - Menangisi Akhir Pekan)
Mesin waktu saya hari ini dipersembahkan oleh album Manifesto-nya Jenny serta percakapan dengan Mas Iyonk.
Pagi ini, seperti biasa ketika mandi saya mendengarkan lagu. Kali ini, pilihan saya jatuhkan pada Jenny. Band rock asal Jogja sebelum berganti nama menjadi FSTVLST. Lagu-lagu dari album Manifesto sukurnya lengkap di Spotify. Sehabis mandi ada pesan dari mas Iyonk di Whatsapp. Ketika saya buka, isinya adalah testimoni darinya soal Hari Musik Nasional dari kacamata pegiat dan penikmat musik di Tarakan. Pesan itu adalah responnya karena dua hari sebelumnya, saya meminta mas Iyonk untuk memberikan testimoni.
Tapi lantas saya coba ingat-ingat lagi saat awal-awal kuliah, rentang 2010-2013an. Saat saya dan mas Iyonk adalah Concert Buddy dan Jenny adalah salah satu band yang kami tunggu-tunggu pentasnya. Suatu hari saya pernah bela-belain datang ke panggung Jenny di daerah Godean (Jogja bagian barat) sehabis pulang kuliah (Jogja bagian utara), gerimis-gerimis, lapar karena belum makan dari siang. Se-begitu antusiasnya kami terhadap Jenny di tahun-tahun awal kuliah itu.
Pagi ini, seperti biasa ketika mandi saya mendengarkan lagu. Kali ini, pilihan saya jatuhkan pada Jenny. Band rock asal Jogja sebelum berganti nama menjadi FSTVLST. Lagu-lagu dari album Manifesto sukurnya lengkap di Spotify. Sehabis mandi ada pesan dari mas Iyonk di Whatsapp. Ketika saya buka, isinya adalah testimoni darinya soal Hari Musik Nasional dari kacamata pegiat dan penikmat musik di Tarakan. Pesan itu adalah responnya karena dua hari sebelumnya, saya meminta mas Iyonk untuk memberikan testimoni.
Tapi lantas saya coba ingat-ingat lagi saat awal-awal kuliah, rentang 2010-2013an. Saat saya dan mas Iyonk adalah Concert Buddy dan Jenny adalah salah satu band yang kami tunggu-tunggu pentasnya. Suatu hari saya pernah bela-belain datang ke panggung Jenny di daerah Godean (Jogja bagian barat) sehabis pulang kuliah (Jogja bagian utara), gerimis-gerimis, lapar karena belum makan dari siang. Se-begitu antusiasnya kami terhadap Jenny di tahun-tahun awal kuliah itu.
![]() |
| Aksi Vokalis Jenny. JEC,2011 |
Mas Iyonk juga yang selalu berinisiatif untuk maju mendekat ke panggung, berbagi energi dengan kerumunan, diangkat-angkat. Mas Iyonk juga yang memberanikan diri saya untuk diangkat-angkat oleh kerumunan. Menyenangkan rasanya. Sensasi yang beda. Semacam ada pertukaran energi antara kami, para penonton Jenny.
Lain waktu, kami pernah juga terlibat perkelahian kecil dengan kerumunan. Susah memang mengatur emosi dalam kerumunan. Karena tidak semua orang datang dengan niat terhibur. Beberapa orang datang menyaksikan panggung, justru dengan niat ngajak ribut. Tentu saja kami hanya bertahan.
Mas Farid, selaku vokalis Jenny juga ramah. Beberapa kali saya sempat mengajak berfoto dan ditanggapi dengan hangat. Selalu menyenangkan berada dalam energi band ini.
Lain waktu, kami pernah juga terlibat perkelahian kecil dengan kerumunan. Susah memang mengatur emosi dalam kerumunan. Karena tidak semua orang datang dengan niat terhibur. Beberapa orang datang menyaksikan panggung, justru dengan niat ngajak ribut. Tentu saja kami hanya bertahan.
Mas Farid, selaku vokalis Jenny juga ramah. Beberapa kali saya sempat mengajak berfoto dan ditanggapi dengan hangat. Selalu menyenangkan berada dalam energi band ini.
![]() |
| Bersama mas Farid sehabis panggung Jenny. JEC,2011 |
Awal mula saya berkenalan dengan Jenny juga tak lain dan tak bukan karena mas Iyonk. Suatu hari dia datang pada saya, memperdengarkan lagu Jenny berjudul "Matimuda". Liriknya membuat saya bertanya-tanya, jatuh cinta untuk kemudian mendeklarasikan: saya harus melihat band ini secara langsung. Ayok jadikan, kata mas Iyonk waktu itu.
"Hidup tak perlu terlalu lama, jika dosa yang berkuasa" (Jenny - Matimuda)
Hasrat untuk menonton band-band yang sedang pentas ini memang tidak datang begitu saja. Di kampung halaman kami di Tarakan, sangat jarang ada panggung-panggung musik. Menyaksikan band-band tampil adalah kemewahan, menjadi band-band yang tampil adalah kemewahan yang lain. Makanya salah satu alasan saya ingin kuliah di Jogja adalah supaya bisa lebih sering nonton band. Lagipula, banyak band-band favorit saya berasal dari Jogja. Band-band macam Sheila on 7, The Rain atau Jikustik adalah yang turut mengisi masa SMP saya di Tarakan. Belakangan, saya pikir-pikir lagi, justru saya tidak pernah nonton band-band itu hahahaha. Hanya Sheila on 7 yang sempat 2-3 kali (lebih sedikit dibanding frekuensi nonton Jenny tampil), dalam rentang waktu lima tahun di Jogja.
Dengan alasan seperti itu, maka kami pun menjadi pemburu konser. Jogja, sukurnya, menyediakan itu. Beragam konser dan panggung pernah kami sambangi. Mulai dari yang bayar mahal, bayar terjangkau, hingga gratis. Kami tinggal pilih saja mau datang ke panggung yang mana. Kalau tidak salah, pernah juga dalam satu hari kami datang ke lebih dari satu panggung. Karena kebetulan band-bandnya bagus, dan jarang tampil. Semuanya kami kerjakan atas dasar suka saja. Oh ya, tentu saja karena kami menganggap waktu kuliah di Jogja adalah kesempatan yang bisa jadi tidak datang dua kali. Jadi selama ada kesempatan, maka harus dimanfaatkan. Dan nonton band-band yang kami sukai adalah cara paling baik memanfaatkannya.
Mas Iyonk sekarang kerja di Kejaksaan Penajam Paser Utara. Di antara teman-teman saya yang lain, mas Iyonk adalah tipikal orang yang cukup dihormati . Tipikal teman yang bisa diandalkan. Beberapa teman saya yang lain, dalam derajat tertentu mungkin juga bergantung padanya.
Jadi kapan nonton band bareng lagi mas Iyonk?
Dengan alasan seperti itu, maka kami pun menjadi pemburu konser. Jogja, sukurnya, menyediakan itu. Beragam konser dan panggung pernah kami sambangi. Mulai dari yang bayar mahal, bayar terjangkau, hingga gratis. Kami tinggal pilih saja mau datang ke panggung yang mana. Kalau tidak salah, pernah juga dalam satu hari kami datang ke lebih dari satu panggung. Karena kebetulan band-bandnya bagus, dan jarang tampil. Semuanya kami kerjakan atas dasar suka saja. Oh ya, tentu saja karena kami menganggap waktu kuliah di Jogja adalah kesempatan yang bisa jadi tidak datang dua kali. Jadi selama ada kesempatan, maka harus dimanfaatkan. Dan nonton band-band yang kami sukai adalah cara paling baik memanfaatkannya.
Mas Iyonk sekarang kerja di Kejaksaan Penajam Paser Utara. Di antara teman-teman saya yang lain, mas Iyonk adalah tipikal orang yang cukup dihormati . Tipikal teman yang bisa diandalkan. Beberapa teman saya yang lain, dalam derajat tertentu mungkin juga bergantung padanya.
Jadi kapan nonton band bareng lagi mas Iyonk?
![]() |
| Bersama mas Iyonk, berkeringat sehabis panggung Jenny. JEC,2011 |



Comments
Post a Comment